Universitas Jember Siap Menerima Calon Mahasiswa Difabel

by Mahasiswa Jatim

View Comments

Jember, 19 Mei 2014

Universitas Jember pada tahun akademik 2014/2015 akan menerima mahasiswa baru dari peserta difabel (penyandang cacat). Mereka (Peserta difabel) bisa mengikuti seleksi masuk Universitas Jember melalui tiga jalur, Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan jalur Ujian Mandiri (UM).

Pembantu Rektor Bidang Akademik Universitas Jember  Drs. Zulfikar, PhD, menuturkan, sebelumnya Universitas Jember telah membuka jalur pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) kusus peserta difabel. Namun menurutnya tidak ada satupun peserta yang mendaftar. “Kami sudah buka jalur pendaftaran SNMPTN kusus peserta difabel secara ofline, namun sampai akhir pendaftaran 10 mei belum ada satupun yang mendaftar,” ujar Zulfikar.

Zulfikar menjelaskan, selain melalui jalur  SNMPTN yang sudah selesai dilaksanakan peserta difabel juga bisa mendaftar melalui jalur SBMPTN yang sudah dibuka sejak 12 Mei lalu dan akan ditutup pada 6 Juni mendatang. Menurutnya peserta difabel yang mendaftar nantinya akan berkompetisi dengan calon mahasiswa nondifabel. “Kami berupaya untuk tidak melakukan tindakan diskriminasi terhadap seluruh peserta termasuk para difabel yang hendak melanjutkan studinya di Unej, jika mereka mampu bersaing maka akan kami terima,” imbuhnya.

Lebih jauh Zulfikar menyampaikan, jika ada mahasiswa difabel yang lolos seleksi masuk Universitas Jember maka Universitas Jember akan menyediakan sarana pendukung bagi mereka. “Kalo memang ada yang lolos akan kami sediakan sarana pendukungnya untuk menunjang aktivitas perkuliahan mereka,” pungkasnya.

Senada dengan hal itu Kepala Humas dan Protokol Universitas Jember Agung Purwanto menyampaikan, pelaksanaan SBMPTN 2014 memberikan kesempatan dan waktu yang sama kepada peserta difabel untuk mengikuti seleksi. Hal ini berbeda dengan SNMPTN bagi peserta difabel yang dibuka setelah SNMPTN jalur umum ditutup. “Jika memang ada peserta yang mendaftar maka mereka harus difasilitasi untuk bisa mengikuti ujian,” ujarnya.

Agung Menjelaskan sesuai dengan data yang diterima oleh pihak Akademik Universitas Jember pada hari Jum’at sore (16/05) jumlah peserta yang mendaftar di panitia local jember sudah mencapai 449 orang. “ada 449 orang yang baru mendaftar dan belum ada dari peserta difabel,” ujarnya. Padahal menurutnya pihak Humas dan Protokol Universitas Jember sudah melakukan sosialisasi terkait penerimaan calon mahasiswa difabel.

“Sejak SNMPTN difabel dibuka kami langsung melakukan sosialisasi melalui situs resmi Universitas Jember, namun tetap saja sampai saat ini belum ada yang mendaftar,” pungkasnya. (Mj)

View the original article here

Share this article

Leave a comment