Temukan Arti Cinta?

by Mahasiswa Jatim

 

images

Oleh: Syndi Nur Septian [@Syndi_NS]

Apa itu sebenarnya cinta? Sampai sekarang aku tak mengerti bagaimana dan seperti apa cinta itu sebenarnya. Kata orang bilang, Cinta itu tidak dapat didefinisikan. Lho kok bisa suatu kata seperti itu tidak bisa didefinisikan?, Semua kata menurutku bisa di definisikan, Tuhan pun bisa didefinisikan. Tuhan adalah Dzat yang menciptakan bumi dan seisinya, mengatur semuanya dan yang menguasai semuanya. Nah bukankah itu juga sebuah definisi ? Lalu kenapa Cinta ( kata orang ) tidak bisa didefinisikan. Apakah Cinta lebih tinggi derajat daripada Tuhan, sampai-sampai begitu sulit untuk mendefinisikan apa itu cinta.

Aku tidak yakin cinta tidak bisa didefinisikan. Akhirnya aku tanya saja ke Mbah yang selalu tahu dan selalu di kunjungi oleh setiap orang kalau mereka bingung mencari sesuatu, Ya, Mbah Google. Aku searching saja dengan keyword ” Cinta Adalah ” , karena aku ingin tahu apa sebenarnya definisi cinta itu.

Setelah dengan beberapa ritual-ritual dan dari berbagai link yang aku temukan, aku mengambil 2 contoh saja definisi cinta. Dan karena cinta itu bermacam-macam jenis dan juga tujuan maksudnya. Maka aku akan mengkerucutkan terlebih dahulu tulisanku ini, Yapp, aku memfokuskan tulisanku ke pokok bahasan cinta kepada lawan jenis ( kekasih atau pacar ) karena menurutku cinta di dalam suatu hubungan kekasih atau pacar itu lebih kompleks dan bahkan lebih banyak cerita yang akan menimbulkan pandangan skeptis, apatis bahkan sampai ke pragmatis sekalipun.

Oke, kita mulai membahas dua definisi cinta yang aku pilih dari berbagai link di mbah Google tadi dan menurutku dua definisi ini sudah merangkup semua apa-apa yang dalam sebuah hubungan lawan jenis. Cinta adalah sebuah emosi dan kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apa pun yang diinginkan objek tersebut.

Cinta adalah sebuah emosi dan kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi, hemm, bisa dikatakan ini adalah awal dari sebuah benih cinta yang ada di dalam manusia. Emosi dan kasih sayang, Emosi bisa aku katakan adalah sebuah luapan perasaan seorang manusia dan juga bisa dikatakan sebuah reaksi dari seseorang. Memang banyak jenis emosi itu, tapi aku disini ingin sedikit berpikir kreatif ( atau mungkin bodoh ) untuk memodifikasi cinta itu seperti realita yang ada di sekitarku ( di aku juga mungkin ).

Emosi aku imajinasikan menjadi sesuatu yang buruk seperti marah ataupun sedih. Dan kasih sayang aku imajinasikan menjadi sesuatu yang baik seperti bahagia, senang dan lain sebagainya. Lho, kenapa dalam cinta itu terdapat dua hal yang berbeda, keburukan dan kebaikan, kemudian menimbulkan suatu ketertarikan pribadi? Aneh kan? ( Atau imajinasiku yang aneh ya? )

Tapi menurutku memang begitulah cinta, banyak orang berharap dengan cinta mereka akan bahagia. Atau dengan mencintai orang yang mereka cintai itu bisa membahagiakan. Tapi itu sebenarnya terpatahkan, bahwa cinta itu juga ada aspek keburukan di dalamnya. Emosi adalah keburukannya, banyak orang yang seperti menyamarkan aspek emosi dalam cinta sehingga saat dia sudah menemukan titik emosi tersebut maka mereka akan bilang cinta tidak membahagiakan lagi.

Sebagai contoh, banyak orang bilang masa pedekate adalah masa yang paling indah dalam setiap hubungan. Dan juga masa yang dimana semua orang pacaran ingin kembali ke masa pedekate mereka dulu, karena di situlah letak kebahagiaan mereka menjalin hubungan pacaran. Ini adalah sebagian orang yang hanya melihat cinta saat bahagia saja, saat berada di aspek kasih sayang saja.

Setelah beberapa bulan menjalin hubungan pacaran, sebagian orang akan bilang, pacarnya gak peka, pacarnya berubah, aku sudah tidak punya rasa apa-apa sama pacarku, atau mungkin yang lebih ekstrem lagi aku udah bosan sama pacarku. Ini adalah sebagian orang yang telah sampai di titik emosi dalam cinta, keburukan-keburukan akan timbul dalam cinta, seperti pertengkaran, salah paham, sampai tidak akan ada lagi suatu kebahagian dalam cinta. Padahal mereka harus mengerti bahwa cinta itu ada dua aspek di dalamnya, emosi dan kasih sayang, keburukan dan kebaikan. Ya kan ?

Apa yang bisa mengendalikan itu semua ? Akal, aku tidak menyebutnya logika, tapi aku menyebutnya akal. Akal itu masih murni menurutku tapi logika itu sudah tidak murni. Menurut imajinasiku, akal masih murni karena akal adalah pemberian Tuhan yang dikhususkan untuk manusia berpikir sedangkan logika adalah konstruksi berpikir yang dibentuk oleh manusia itu sendiri bukan dibentuk oleh Tuhan. Sehingga logika tidak semurni akal dalam berpikir atau menyerap informasi atau realita yang ada.

Mari kita masukan akal itu ke dalam definisi yang kedua, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apa pun yang diinginkan objek tersebut. Di dalam definisi ini, Akal mempunyai peranan yang sangat besar dalam sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain.

Langsung saja aku berikan contoh, Di dalam cinta ada aspek emosi dan kasih sayang bukan? Emosi dan kasih sayang itu dikendalikan oleh Akal. Dalam aksi manusia terhadap objek lain, manusia masih memakai logikanya bukan akalnya. Saat menuruti perkataan atau mengikuti misalnya logika akan bilang : “Buat apa aku menuruti dan mengikuti perkataanmu, cinta bukan penjara” Tapi Akal akan berbicara lain : “Aku akan menurutimu dan mengikuti perkataanmu apabila itu memang perkataan yang terbaik.”

Hemm, kemudian pengorbanan diri. Logika akan bilang : ” Aku sudah menurutimu bahkan sampai mengorbankan diriku sendiri demi kamu, mengorbankan semuanya untuk mengikuti perkataanmu” , sedangkan Akal akan berbeda bilangnya : ” Aku melakukannya bukan untuk berkorban atau apapun, aku hanya ingin melakukan yang terbaik untuk sesuatu yang terbaik juga. Karena kebaikan itu takkan berhenti sampai kapanpun.” Perbedaan dalam keduanya adalah dalam logika masih memakai struktur pikiran yang terkakulasi, masih perhitungan. Sedangkan akal tidak memiliki pikiran untuk perhitungan, apapun yang diberikan hanya untuk kebaikan.

Berbeda akan logika dan akal dalam menanggapinya aspek emosi dan aspek kasih sayang dalam cinta. Perbedaan itu karena konstruksi berpikir yang dibangun, Akal dikonstruksi oleh Tuhan sedang logika dikonstruksi sendiri oleh manusia. Di dalam kitab juga tidak ada kata logika tapi yang ada adalah kata akal.

Tapi kembali ke pokok bahasan arti cinta, aku sampai di paragraf ini masih bingung apa itu arti cinta ( hahahaha ) . Tapi menurut pribadiku dan menyimpulkan dari imajinasi-imajinasi yang aku tuliskan di atas, maka aku mempunyai satu definisi cinta yaitu ” Cinta adalah saling dalam setiap kebaikan dan tidak dalam setiap keburukan.”

Kalau menurut kompasianer lainnya, definisi Cinta itu seperti apa? Mari berbagi … 🙂

Share this article

Leave a comment