Dua Bagian Militansi Kader; Totalitas dan Loyalitas

by Mahasiswa Jatim

0

Berbicara tentang totalitas, loyalitas, yang terjadi dalam tubuh militansi sebuah kader. Memang sulit menerkanya. Tapi saya coba untuk menelaah satu per satu makna ketiga esensi dari kata tersebut. Dengan adanya hal ini ada harapan kecil bahwa kader-kader yang ada saat ini dapat memberikan apa itu yang dinamakan totalitas apa itu yang dinamakan loyalitas dan tentunya kepada militansi kader itu sendiri.

Totalitas. Berbicara totalitas itu tidak akan jauh-jauh dari kata “sepenuhnya” dan “niat”. Maksudnya disini adalah bagaimana kader-kader yang memperjuangkan sebuah pergerakan itu adalah wajib hukumnya untuk mempunyai kedua hal yang ada dalam totalitas tersebut. Mengapa kader-kader ini harus memiliki apa itu yang dinamakan totalitas? Karena menurut saya sebuah totalitas itu adalah wajib hukumnya bila dimasukkan ke dalam dunia pergerakan atau perjuangan. Bagaimana pergerakan yang dilakukan dapat memberikan dampak langsung kalau totalitas saja tidak ada? Mungkin beberapa orang tidak menyadari akan hal ini. Tidak menyadari bahwa totalitas itu adalah hal yang sangat penting dalam sebuah militansi kader tersebut. Adanya rasa yang benar-benar niat adanya rasa “sepenuhnya” dalam perjuangan itu sangatlah penting. Kita dapat melihat kebelakang sejarah kemerdekaan bangsa ini. Bagaimana seorang Bung Karno dan pahlawan lainnya dapat mengusir pergi jauh-jauh para penjajah asing hanya dengan menggunakan bambu runcing saja sedangkan penjajah itu menggunakan senjata militer yang sudah jelas jauh kualitasnya dari bambu runcing para pejuang kemerdekaan kita pada saat itu. Tapi apa yang terjadi? Indonesia dapat merdeka. Merdeka bukan karena pemberian penjajah namun karena merebut kemerdekaan itu dari penjajah. Bukankah hal ini sudah dapat kita jadikan pelajaran bahwa sebuah totalitas itu sangatlah penting adanya. Terutama bagi militansi sebuah pergerakan kader. Saya rasa tanpa adanya totalitas, militansi yang di eluh-eluhkan itu tidak akan menjadi militansi kader yang benar-benar menjadi nyata. Tanpa totalitas sebuah militansi hanyalah bercorak semu tanpa ada wajah nyatanya.

Loyalitas. Ini adalah hal kedua yang menurut saya juga wajib dimiliki dalam sebuah militansi kader atau dalam sebuah pergerakan. Loyalitas itu adalah sebuah bagian yang tidak mungkin dipisahkan dari pergerakan. Loyalitas itu berkaitan dengan pendirian, dengan komitmen. Loyalitas itu sangat penting adanya dalam pergerakan itu. Dengan adanya sebuah loyalitas yang dimiliki dalam sebuah militansi kader, maka hal pertama tadi (totalitas) akan semakin kuat adanya. Komitmen keyakinan atau kesetiaan dalam sebuah pergerakan militansi akan memberikan dampak yang secara nyata.

Dari kedua bagian penting tersebut. Totalitas dan loyalitas dalam sebuah militansi kader memang mempunyai kesinambungan yang sangat erat. Keduanya tidak akan bisa dilepaskan begitu saja. Analoginya, sebuah sikap perjuangan kader yang di dasari oleh sebuah pergerakan itu tidak akan bisa menjadi nyata apabila sebuah niat tidak ada dan sebuah keyakinan itu tidak ada. Bagaimana dikatakan pergerakan kalau niat dan keyakinan atau komitmen sekali pun masih belum bisa mempunyai?

Kesimpulannya adalah, sikap-sikap yang dimiliki para kader itu haruslah memiliki sikap totalitas dan sikap loyalitas tersebut. Rasanya mustahil apalabila kader dalam sebuah militansi akan memberikan dampak positif kalau totalitasnya dan loyalitasnya saja masih belum juga bisa dikatakan baik dan benar. Fenomena yang saat ini terjadi adalah dimana para kader yang ada dalam militansi mayoritas lebih memilih jalan pragmatisme. Bukan lagu memikirkan bagaimana pergerakan tersebut dapat memberikan nilai lebih kepada negeri ini. Ya, negeri Indonesia

Share this article

Leave a comment