Aptisi Amini Hapus Poltekom

by Mahasiswa Jatim

MALANG KOTA– Keinginan panitia khusus (pansus) ranperda DPRD Kota Malang menghapus Politeknik Kota Malang diamini  Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Jatim. Alasan organisasi yang membawahi kampus swasta itu karena Poltekom selama ini menyedot dana Pemkot Malang. ”Ya sebaiknya ditutup saja. Uangnya digunakan untuk mensejahterakan masyarakat miskin,” ujar Ketua Aptisi Jatim Prof Dr Suko Wiyono, Kamis (29/5) kemarin.

Alasannya mendukung penutupan Poltekom, karena Suko ingin pemkot fokus menggarap peningkatan kualitas SD hingga SMA/SMK. Menurutnya, pemkot tidak berkewajiban mengelola perguruan tinggi. Dana operasional Rp 1,8 miliar yang selama ini dikucurkan ke Poltekom setiap tahun, bisa dialokasikan untuk program lain yang lebih penting.

”Lebih bagus pemkot tidak punya PT. Kelola saja sekolahan yang ada,” kata rektor Universitas Wishu Wardhana itu.

Suko juga setuju jika gedung Poltekom dialihfungsikan menjadi Balai Latihan Kerja (BLK). Menurutnya, keberadaan BLK lebih mendesak dari pada kampus. Warga Malang yang ingin kuliah, bisa ditampung di kampus di Malang. Di antaranya Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Islam Negeri (UIN) Maliki, Politeknik Negeri Malang (Polinema), dan puluhan PTS se-Malang. ”Untuk apa pemkot mendirikan kampus. Di Malang sudah ada 50 kampus,” kata dia.

Penutupan Poltekom diyakini tidak merugikan mahasiswa. Justru sebaliknya, mahasiswa akan diuntungkan. Sebab, Polinema siap menampung ratusan mahasiswa Poltekom, asalkan ada perintah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). ”Poltekom itu swasta. Kalau mahasiswa diterima di Polinema, ya untunglah,” katanya.

Disinggung mengenai kucuran dana ke Poltekom, Suko menilai tidak ada masalah. Meski berstatus swasta dan pengelolaannya di bawah naungan Yayasan Poltekom, namun pemkot diperbolehkan mengucurkan dana bantuan. Bantuan dana operasional yang dikucurkan dikategorikan dana hibah.

”Meski bantuan hanya dikucurkan ke Poltekom, ya tidak masalah. Bantuan itu kan disetujui DPRD, jadi ya tidak ada yang dilanggar,” ucapnya.

Sebagaimana diberitakan, usulan pengubahan Poltekom menjadi BLK dilontarkan panitia khusus (pansus) raperda Poltekom. Ketua pansus Lookh Mahfudz mengusulkan pengubahan Poltekom menjadi BLK, karena keberadaan kampus yang ada di Tlogowaru itu hanya membebani APBD.

Sebenarnya ada cara untuk meringankan beban pemkot, yakni mengubah status Poltekom menjadi negeri. Tapi hal itu dinilai sulit, sehingga pansus memilih gampang, yakni penutupan. Sedangkan gedungnya dimanfaatkan untuk BLK. Usulan itu sudah dimasukkan draf raperda dan saat ini pembahasan. Pada 2 Juni mendatang ditargetkan sudah rampung, sehingga 5 Juni bisa dibahas melalui rapat paripurna.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Zubaidah masih belum mau memutuskan setuju atau tidak terkait rencana menjadikan Poltekom sebagai Balai Latihan Kerja. Sebelum memutuskan, Disdik perlu mengkaji terlebih dahulu. ”Kita akan kaji dulu, tidak bisa serta merta diputuskan,” kata Zubaidah saat dihubungi melalui sambungan telepon, kemarin.

Selain melakukan pengkajian itu, Disdik perlu berkonsultasi dengan sejumlah pihak untuk mengalihfungsikan Poltekom. Selain dengan DPRD Kota Malang, juga dengan Kemendibud. Ini karena sejarah pendirian Poltekom itu juga atas dasar bantuan dana dari Kemendikbud. ”Ke atasan kita juga perlu konsultasi,” imbuhnya.

Kendati tidak dengan tegas menolak, Zubaidah mengisyaratkan tidak setuju jika Poltekom hanya akan dijadikan Balai Latihan Kerja. Ini karena, selama ini Poltekom merupakan kampus milik Pemkot Malang dan untuk menampung mahasiswa tidak mampu. ”Dan selama ini banyak anak tidak mampu, kuliah di sana. Kalau dijadikan BLK, terus mereka sekolah di mana,” tandasnya.(dan/c1/riq)

Radar Malang berdiri di bawah naungan usaha PT Malang Intermedia Pers dan terdiri dari tiga divisi kerja, yakni: Divisi Redaksi, Divisi Iklan dan Divisi Pemasaran Koran. Di luar divisi tersebut, Radar Malang telah memiliki tim event organizer (EO) yang menggarap beragam kegiatan off print Radar Malang yang bekerja sama dengan mitra kerja.

View the original article here

Share this article

Leave a comment